Natal : Allah Rela Menjadi Manusia | Yohanes 1:11-12 | Morning Spirit - 27 Desember 2024
NATAL : Allah Rela menjadi Manusia
( Mengajar kita rendah hati)
Natal adalah : teladan kasih Allah yang rela datang ke dunia menjadi manusia mengajarkan kepada kita untuk hidup rendah hati. IYS
Yohanes 1:11-12
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
Tak terbantahkan lagi bahwa Allah datang ke dunia menjadi manusia lahir di kandang domba dan berkorban mati di kayu salib untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, Alkitab mengungkapkan kebenaran itu, walaupun banyak orang yang tidak percaya dan menolak-Nya.
Tetapi semua orang yang mau percaya dan menerima-Nya akan diselamatkan.
Mereka yang percaya dan menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Tuhan Yesus juru selamat.
Allah yang rela datang ke dunia menjadi manusia dan lahir di kandang domba, mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati.
Dan pada saat ini dari kebenaran firman Tuhan kita akan belajar : 3 Kebenaran yang Tuhan Yesus teladankan, saat Dia datang ke dunia rela menjadi manusia mengajarkan kepada kita bahwa kita harus hidup dipenuhi dengan kerendahan hati.
Teladan kerendahan hati Tuhan Yesus,
PERTAMA
Ia rela dilahirkan di Palungan yang hina dan kotor.
Lukas 2:16
Lalu mereka cepat cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam Palungan.
Tuhan Yesus adalah raja di atas segala raja, Dia adalah pencipta alam semesta ini tetapi dengan rendah hati Dia rela datang kedunia dan lahir di kandang domba dan di baringkan di dalam Palungan.
Inilah kebenaran firman Tuhan yang mengajarkan kepada kita orang-orang percaya untuk hidup di dalam kerendahan hati.
Sekali lagi: Walaupun Tuhan Yesus adalah Allah yang empunya alam semesta ini, tetapi Dia memberikan teladan kepada kita tentang kerendahan hati dengan kerelaan-Nya saat dilahirkan ditempatkan di sebuah palungan yang hina dan kotor.
Teladan kerendahan hati Tuhan Yesus,
KEDUA
Ia dibesarkan dalam keluarga yang sederhana tukang kayu di Nazaret.
Matius 2:23
Setibanya di sana Ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi nabi bahwa Ia Akan disebut : Orang Nazaret.
Tuhan Yesus adalah teladan bagi kita dalam terang dan hati, walaupun Dia sesungguhnya adalah Raja di atas segala raja, Dia adalah yang menciptakan alam semesta ini, tetapi rela datang ke dunia dan hidup sederhana dalam keluarga tukang kayu di Nasaret: Inilah teladan kerendahan hati bagi kita orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Matius 13:55
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara saudara-Nya : Yakobus, Yusuf Simone dan Yudas?
Orang orang pada saat itu mengenal keluarga Yesus dan saudara saudaranya, mereka adalah anak tukang kayu dan ibunya bernama Maria dari kampung Nasaret.
Inilah gambaran kerendahan hati dari Tuhan Yesus yang harus kita teladani.
Karena itu sebagai orang-orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, marilah kita hidup dengan kerendahan hati dan tinggalkan setiap dosa kesombongan, keangkuhan dan tinggi hati, karena Tuhan Yesus, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Yang rendah hati.
Tuhan Yesus adalah Raja segala raja, yang memiliki alam semesta dan segala isinya, hidup dalam kerendahan hati.
Teladan kerendahan hati Tuhan Yesus,
KETIGA
Ia rela mengosongkan dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.
Filipi 2:5-7
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.
Inilah teladan Tuhan Yesus yang luar biasa yang mengajarkan kita tentang kerendahan hati.
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita supaya kita pun menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus, yaitu: hidup dengan kerendahan hati.
Saat kita ada dalam suasana Natal pada saat ini, marilah kita belajar untuk hidup lebih rendah hati lagi supaya menjadi teladan di dalam keluarga, gereja, masyarakat dan di mana pun Tuhan menempatkan kita.
Saat kita hidup meneladani Tuhan Yesus yang rendah hati, percayalah bahwa hidup kita akan diberkati dan hidup kita juga akan menjadi kemuliaan bagi Tuhan Yesus.
Pdt. Iwan Yafrin Simbolon
#MorningSpirit #RenunganPagi #iwanyafrinsimbolon
Questions? contact via
- Whats App: http://wa.me/628981200020
- Email: [email protected]
- Instagram: https://www.instagram.com/fbcbandung/
- Facebook Page: https://www.facebook.com/firstbaptistbandung
- Website: http://idc.church
IMPACTING THE WORLD THROUGH BIBLICAL DISCIPLESHIP
iPraise, iDisc, iSend